Syarat Membuat PT Perorangan – Mendirikan PT Perorangan adalah langkah penting bagi wirausahawan yang ingin mengembangkan bisnisnya. Berbeda dengan bentuk usaha lainnya, PT Perorangan menawarkan perlindungan hukum dan kredibilitas yang lebih baik, sehingga menjadi pilihan yang menarik bagi pelaku usaha yang ingin membangun bisnis yang solid.
Dalam artikel ini, kami akan mengupas tuntas persyaratan lengkap mendirikan PT Perorangan, mulai dari dokumen yang diperlukan hingga prosedur pendaftaran. Kami juga akan membahas keuntungan dan kekurangan mendirikan PT Perorangan serta memberikan tips dan sumber daya tambahan untuk membantu Anda memulai perjalanan bisnis Anda.
Definisi PT Perorangan

PT Perorangan, juga dikenal sebagai Perusahaan Terbatas Swasta (PT), adalah bentuk badan usaha di mana pemilik memiliki tanggung jawab terbatas atas utang dan kewajiban perusahaan. Artinya, harta pribadi pemilik terpisah dari harta perusahaan, sehingga pemilik tidak bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian yang dialami perusahaan.
PT Perorangan cocok untuk usaha kecil dan menengah yang ingin membatasi risiko keuangan pribadi pemilik. Beberapa contoh perusahaan yang termasuk PT Perorangan antara lain toko ritel, restoran, dan perusahaan jasa.
Perbandingan PT Perorangan dan Bentuk Badan Usaha Lainnya
PT Perorangan menawarkan beberapa keunggulan dibandingkan bentuk badan usaha lainnya, seperti:
- Tanggung jawab terbatas: Pemilik hanya bertanggung jawab atas utang perusahaan hingga jumlah investasi mereka.
- Struktur yang lebih sederhana: PT Perorangan memiliki struktur yang lebih sederhana dibandingkan dengan bentuk badan usaha lainnya, seperti perseroan terbatas atau koperasi.
- Fleksibilitas: PT Perorangan menawarkan fleksibilitas dalam hal manajemen dan pengambilan keputusan.
Namun, PT Perorangan juga memiliki beberapa kelemahan, seperti:
- Modal terbatas: PT Perorangan memiliki akses modal yang lebih terbatas dibandingkan dengan bentuk badan usaha lainnya.
- Pajak yang lebih tinggi: Pemilik PT Perorangan dikenakan pajak atas laba perusahaan dengan tarif yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemilik bentuk badan usaha lainnya.
- Kredibilitas yang lebih rendah: PT Perorangan mungkin memiliki kredibilitas yang lebih rendah dibandingkan dengan bentuk badan usaha lainnya, terutama untuk proyek atau transaksi berskala besar.
Secara keseluruhan, PT Perorangan merupakan pilihan yang tepat untuk usaha kecil dan menengah yang mencari bentuk badan usaha dengan tanggung jawab terbatas, struktur sederhana, dan fleksibilitas. Namun, pemilik harus mempertimbangkan dengan cermat potensi keterbatasannya sebelum memutuskan untuk membentuk PT Perorangan.
Syarat Pendirian PT Perorangan

Mendirikan PT Perorangan membutuhkan pemenuhan persyaratan tertentu yang ditetapkan oleh undang-undang. Persyaratan ini mencakup dokumen-dokumen penting dan ketentuan mengenai modal.
Dokumen yang Dibutuhkan
- Akta pendirian PT Perorangan
- Surat keterangan domisili
- Fotokopi KTP pendiri
- NPWP pendiri
- Surat pernyataan pendiri yang menyatakan tidak pernah terlibat dalam tindak pidana
Modal Dasar dan Modal Disetor Minimum
Modal dasar PT Perorangan merupakan jumlah modal yang ditetapkan dalam akta pendirian. Modal disetor minimum adalah bagian dari modal dasar yang harus disetorkan oleh pendiri pada saat pendirian.
Ketentuan mengenai modal dasar dan modal disetor minimum untuk PT Perorangan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2017 tentang Pendirian dan Pengelolaan PT Perorangan. Berdasarkan peraturan tersebut, modal dasar PT Perorangan tidak boleh kurang dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) dan modal disetor minimum tidak boleh kurang dari 25% dari modal dasar.
Syarat Membuat PT Perorangan

Mendirikan PT Perorangan merupakan langkah penting bagi pengusaha yang ingin mengembangkan usahanya. Namun, sebelum mendirikan PT Perorangan, penting untuk memahami syarat dan ketentuan yang berlaku.
Dokumen yang Diperlukan
Untuk mendirikan PT Perorangan, diperlukan beberapa dokumen penting, antara lain:
- Akta Pendirian
- Surat Keterangan Domisili Perusahaan
- Fotokopi KTP dan NPWP Pendiri
- Surat Pernyataan Pendirian PT Perorangan
- Bukti Pembayaran Modal Dasar
Persyaratan Pendiri
Selain dokumen, pendiri PT Perorangan juga harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain:
- Berusia minimal 18 tahun
- Warga negara Indonesia atau warga negara asing yang memiliki izin tinggal tetap di Indonesia
- Tidak sedang dalam keadaan pailit atau dinyatakan sebagai penjahat
Prosedur Pendirian
Prosedur pendirian PT Perorangan dapat dilakukan melalui beberapa langkah, antara lain:
- Membuat Akta Pendirian
- Mengesahkan Akta Pendirian ke Kementerian Hukum dan HAM
- Membuat NPWP
- Mendaftarkan perusahaan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat
Kewajiban PT Perorangan

PT Perorangan memiliki kewajiban hukum dan administratif tertentu yang harus dipenuhi untuk mempertahankan status legal dan beroperasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Kewajiban Pajak
PT Perorangan dikenakan pajak penghasilan badan atas laba yang diperoleh. Tarif pajak bervariasi tergantung pada jumlah laba yang diperoleh. PT Perorangan juga bertanggung jawab untuk memungut, menyetor, dan melaporkan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan karyawan (PPh 21).
Kewajiban Membuat Laporan Keuangan
PT Perorangan diwajibkan membuat laporan keuangan yang akurat dan komprehensif yang mencerminkan posisi keuangan dan kinerja perusahaan. Laporan keuangan ini harus disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan diaudit oleh akuntan publik.
Keuntungan dan Kekurangan PT Perorangan

Menjadi pemilik bisnis dengan mendirikan PT Perorangan memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah perbandingan keuntungan dan kekurangannya:
Keuntungan PT Perorangan
- Tanggung jawab terbatas:Aset pribadi pemilik terpisah dari aset bisnis, melindungi pemilik dari kewajiban bisnis.
- Struktur sederhana:PT Perorangan memiliki struktur bisnis yang lebih sederhana dibandingkan jenis perusahaan lain.
- Biaya pendirian rendah:Memulai PT Perorangan umumnya lebih murah dibandingkan jenis perusahaan lainnya.
- Kontrol penuh:Pemilik memiliki kendali penuh atas pengambilan keputusan dan operasi bisnis.
Kekurangan PT Perorangan
- Tanggung jawab pribadi tidak terbatas:Pemilik bertanggung jawab secara pribadi atas utang dan kewajiban bisnis jika aset perusahaan tidak mencukupi.
- Sulit mendapatkan modal:PT Perorangan mungkin menghadapi kesulitan mendapatkan modal karena tidak dapat menerbitkan saham.
- Pertumbuhan terbatas:PT Perorangan memiliki potensi pertumbuhan yang terbatas dibandingkan dengan jenis perusahaan lain.
- Reputasi bisnis terkait dengan pemilik:Reputasi bisnis dapat terpengaruh oleh tindakan atau perilaku pribadi pemilik.
Keuntungan dan Kerugian Berbagai Bentuk Usaha
Memilih bentuk usaha yang tepat sangat penting untuk kesuksesan bisnis. Setiap bentuk usaha memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tabel berikut membandingkan keuntungan dan kerugian dari tiga bentuk usaha umum: kepemilikan tunggal, kemitraan, dan perseroan terbatas (PT).
Kepemilikan Tunggal
Keuntungan:
- Kontrol penuh atas bisnis
- Mudah untuk didirikan
- Biaya operasional rendah
Kerugian:
- Tanggung jawab pribadi tak terbatas
- Sumber daya terbatas
- Kesulitan mendapatkan modal
Kemitraan
Keuntungan:
- Tanggung jawab bersama
- Sumber daya dan keterampilan yang lebih banyak
- Lebih mudah mendapatkan modal daripada kepemilikan tunggal
Kerugian:
- Tanggung jawab pribadi yang tidak terbatas (kecuali dalam kemitraan terbatas)
- Potensi konflik antar mitra
- Sulit untuk mengakhiri kemitraan
Perseroan Terbatas (PT)
Keuntungan:
- Tanggung jawab terbatas
- Kemudahan penggalangan dana
- Struktur kepemilikan yang fleksibel
Kerugian:
- Biaya operasional yang lebih tinggi
- Regulasi dan kepatuhan yang lebih ketat
- Pemisahan kepemilikan dan manajemen
Tips Mendirikan PT Perorangan yang Sukses: Syarat Membuat PT Perorangan

Membangun PT Perorangan yang sukses membutuhkan perencanaan yang matang. Berikut adalah tips yang dapat membantu Anda:
Riset Pasar dan Analisis Persaingan
Lakukan riset menyeluruh untuk memahami pasar target Anda, pesaing, dan tren industri. Ini akan membantu Anda mengembangkan strategi bisnis yang kompetitif.
Rencana Bisnis yang Komprehensif
Buat rencana bisnis yang menguraikan visi, misi, tujuan, dan strategi Anda. Ini akan berfungsi sebagai panduan untuk operasi bisnis Anda dan menarik investor.
Pengumpulan Modal
Tentukan kebutuhan modal Anda dan jelajahi berbagai pilihan pendanaan, seperti modal ventura, pinjaman bank, atau crowdfunding.
Memilih Nama Perusahaan yang Kuat
Pilih nama perusahaan yang mencerminkan identitas bisnis Anda, mudah diingat, dan relevan dengan industri Anda.
Akta Pendirian yang Komprehensif
Akta Pendirian harus mencakup nama perusahaan, alamat terdaftar, tujuan usaha, struktur kepemilikan, ketentuan permodalan, dan pembagian laba.
Pendaftaran ke Kementerian Hukum dan HAM
Daftarkan PT Perorangan Anda ke Kementerian Hukum dan HAM untuk memperoleh status hukum.
Dokumen yang Diperlukan untuk Pendaftaran
Siapkan dokumen yang diperlukan, seperti Akta Pendirian, NPWP pendiri, dan bukti kepemilikan modal.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Pendirian
Setelah PT Perorangan Anda berdiri, pastikan untuk:
- Membuat NPWP perusahaan
- Membuka rekening bank perusahaan
- Melaporkan pajak dan memenuhi kewajiban lainnya
– Buat tabel perkiraan biaya yang dibutuhkan untuk mendirikan PT Perorangan, termasuk biaya pendaftaran, notaris, dan pengurusan izin usaha.

Biaya pendirian PT Perorangan bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti lokasi, jumlah modal awal, dan jenis kegiatan usaha. Berikut adalah perkiraan biaya yang perlu dipersiapkan:
Tabel Perkiraan Biaya Pendirian PT Perorangan
| Biaya | Kisaran |
|---|---|
| Pendaftaran Akta Pendirian | Rp 1.000.000
|
| Jasa Notaris | Rp 2.000.000
|
| Pengurusan Izin Usaha | Rp 500.000
|
| Materai | Rp 100.000
|
| Biaya Tambahan (misalnya pengurusan NPWP, BPJS) | Rp 200.000
|
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Besarnya Biaya
- Lokasi: Biaya pendaftaran dan pengurusan izin usaha dapat berbeda tergantung pada lokasi pendirian PT Perorangan.
- Jumlah Modal Awal: Semakin besar modal awal, semakin tinggi biaya pendaftaran akta pendirian.
- Jenis Kegiatan Usaha: Jenis kegiatan usaha yang dijalankan juga dapat mempengaruhi biaya pengurusan izin usaha.
Keringanan Biaya
Pemerintah menyediakan keringanan biaya pendirian PT Perorangan bagi usaha kecil dan menengah (UKM). Keringanan ini berupa pengurangan biaya pendaftaran akta pendirian dan pengurusan izin usaha. Untuk informasi lebih lanjut mengenai keringanan biaya ini, dapat menghubungi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) setempat.
Dampak Pendirian PT Perorangan pada Pajak

Pendirian PT Perorangan berdampak pada status perpajakan, mengubah cara penghitungan dan pembayaran pajak. Berikut perubahan dan jenis pajak yang harus diperhatikan:
Jenis Pajak
- Pajak Penghasilan (PPh): Pajak yang dibayarkan atas penghasilan yang diperoleh PT Perorangan.
- Pajak Pertambahan Nilai (PPN): Pajak yang dibebankan atas penyerahan barang atau jasa kena pajak.
- Pajak Bumi dan Bangunan (PBB): Pajak yang dibebankan atas kepemilikan atau penguasaan tanah dan bangunan.
Cara Penghitungan Pajak
Cara penghitungan pajak PT Perorangan berbeda dengan orang pribadi, karena PT Perorangan merupakan badan usaha yang terpisah dari pemiliknya. Penghasilan PT Perorangan dihitung sebagai laba bersih, yang merupakan selisih antara pendapatan dan biaya yang dikeluarkan.
Tarif Pajak
Tarif pajak PT Perorangan untuk PPh adalah 22%, lebih tinggi dari tarif pajak orang pribadi. Namun, PT Perorangan dapat memanfaatkan pengurangan penghasilan neto tertentu sebelum dikenakan pajak.
Dampak pada Pajak Pribadi
Pendirian PT Perorangan tidak serta merta membebaskan pemiliknya dari kewajiban pajak pribadi. Penghasilan yang diperoleh dari PT Perorangan tetap menjadi penghasilan pribadi dan harus dilaporkan dalam SPT Tahunan.
Peran Notaris dalam Pendirian PT Perorangan
Notaris berperan penting dalam proses pendirian PT Perorangan, yakni sebagai pejabat umum yang berwenang membuat Akta Pendirian.
Tanggung Jawab Notaris
- Memastikan keabsahan identitas para pendiri
- Membaca dan menjelaskan rancangan Akta Pendirian
- Mencatat perubahan anggaran dasar atau akta lainnya
- Menyimpan dokumen-dokumen perusahaan
Persyaratan Khusus untuk PT Perorangan yang Bergerak di Bidang Tertentu

Untuk mendirikan PT Perorangan pada bidang usaha tertentu, diperlukan persyaratan tambahan selain persyaratan umum. Persyaratan khusus ini bervariasi tergantung pada jenis bidang usaha yang dijalankan.
Berikut beberapa bidang usaha yang memerlukan persyaratan khusus untuk mendirikan PT Perorangan:
Bidang Usaha yang Memerlukan Izin Khusus
- Pendidikan: Izin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
- Kesehatan: Izin dari Kementerian Kesehatan
- Farmasi: Izin dari Kementerian Kesehatan
- Pertambangan: Izin dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
- Keuangan: Izin dari Otoritas Jasa Keuangan
Bidang Usaha yang Memerlukan Sertifikasi Khusus
- Konstruksi: Sertifikasi dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK)
- Akuntansi: Sertifikasi dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI)
- Hukum: Sertifikasi dari Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI)
- Medis: Sertifikasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI)
Bidang Usaha yang Memerlukan Pengalaman Khusus
- Konsultasi manajemen: Pengalaman minimal 5 tahun di bidang manajemen
- Penelitian dan pengembangan: Pengalaman minimal 3 tahun di bidang penelitian
- Teknologi informasi: Pengalaman minimal 5 tahun di bidang pengembangan perangkat lunak
Contoh PT Perorangan dengan Persyaratan Khusus
- PT XYZ(Bidang Pendidikan): Mendirikan sekolah menengah atas dengan izin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
- PT ABC(Bidang Kesehatan): Mendirikan klinik kesehatan dengan izin dari Kementerian Kesehatan
- PT DEF(Bidang Konstruksi): Mendirikan perusahaan konstruksi dengan sertifikasi dari LPJK
Regulasi yang Berlaku untuk PT Perorangan

Penyelenggaraan PT Perorangan mengacu pada regulasi dan undang-undang yang ditetapkan, meliputi:
Undang-Undang yang Mengatur
- Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU No. 40 Tahun 2007)
- Peraturan Pemerintah tentang Pendirian dan Pengoperasian PT (PP No. 21 Tahun 2019)
- Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) terkait PT Perorangan
Pentingnya Mematuhi Regulasi
Ketaatan terhadap regulasi yang berlaku sangat krusial karena:
- Memastikan legalitas dan kepatuhan hukum perusahaan
- Melindungi kepentingan perusahaan dan pemegang saham
- Menghindari sanksi dan denda
Kewajiban Utama PT Perorangan
| Kewajiban | Ketentuan |
|---|---|
| Modal Dasar | Minimal Rp50.000.000 |
| Modal Ditempatkan | Minimal 25% dari Modal Dasar |
| Modal Disetor | Minimal 50% dari Modal Ditempatkan |
| Pembuatan Akta Pendirian | Oleh Notaris |
| Pengesahan Akta Pendirian | Oleh Menteri Hukum dan HAM |
Contoh Dokumen Pendirian PT Perorangan

Menyiapkan dokumen pendirian PT Perorangan merupakan langkah penting dalam proses pendirian perusahaan. Berikut contoh dan penjelasan mengenai dokumen-dokumen penting yang diperlukan:
Akta Pendirian
Akta Pendirian adalah dokumen hukum yang memuat informasi penting tentang perusahaan, seperti:
- Nama perusahaan
- Alamat perusahaan
- Tujuan dan ruang lingkup usaha
- Modal dasar dan struktur kepemilikan
- Hak dan kewajiban pemegang saham
- Tata cara pengambilan keputusan
- Pembubaran dan likuidasi
Langkah-langkah Pendirian PT Perorangan
Setelah menyiapkan dokumen pendirian, langkah selanjutnya dalam mendirikan PT Perorangan adalah:
- Persiapan dokumen yang diperlukan
- Pendaftaran ke Kementerian Hukum dan HAM
- Pembuatan rekening bank perusahaan
Biaya dan Waktu
Biaya dan waktu yang diperlukan untuk mendirikan PT Perorangan dapat bervariasi tergantung pada kompleksitas dokumen pendirian dan proses pendaftaran. Namun, secara umum, proses pendirian dapat memakan waktu sekitar 2-3 bulan dan biaya yang dikeluarkan berkisar antara Rp 5.000.000 hingga Rp 10.000.000.
Persyaratan Hukum dan Peraturan Pendirian PT Perorangan
Mendirikan PT Perorangan memerlukan kepatuhan terhadap persyaratan hukum dan peraturan yang berlaku. Persyaratan ini ditetapkan untuk memastikan legalitas dan kelancaran operasional PT Perorangan.
Beberapa persyaratan hukum utama yang harus dipenuhi meliputi:
- Akta Pendirian yang disahkan oleh notaris
- Surat Keterangan Domisili Usaha
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
- Izin Usaha
- Pemenuhan persyaratan modal dasar
Sumber Daya Tambahan untuk Pendirian PT Perorangan

Selain informasi yang diberikan di atas, terdapat berbagai sumber daya tambahan yang dapat membantu Anda dalam pendirian PT Perorangan. Sumber daya ini meliputi situs web pemerintah dan organisasi bisnis yang menyediakan informasi komprehensif dan dukungan praktis.
Jenis informasi dan dukungan yang tersedia dari sumber daya ini meliputi:
Panduan Langkah-demi-Langkah
- Penjelasan rinci tentang proses pendirian PT Perorangan
- Daftar dokumen yang diperlukan dan cara memperolehnya
- Instruksi tentang cara mengajukan permohonan akta pendirian
Formulir dan Template
- Template akta pendirian dan dokumen hukum lainnya
- Formulir untuk mengajukan permohonan izin usaha
- Contoh anggaran dasar dan peraturan perusahaan
Informasi Hukum dan Peraturan, Syarat Membuat PT Perorangan
- Penjelasan tentang undang-undang dan peraturan yang mengatur PT Perorangan
- Panduan tentang kewajiban pajak dan pelaporan
- Informasi tentang hak dan tanggung jawab pemegang saham
Dukungan Profesional
- Daftar pengacara dan akuntan yang mengkhususkan diri dalam PT Perorangan
- Layanan konsultasi dan bimbingan untuk membantu Anda memulai bisnis
- Workshop dan seminar tentang pendirian dan pengelolaan PT Perorangan
Penutup

Menyiapkan PT Perorangan memang membutuhkan usaha dan persiapan yang matang. Namun, dengan mengikuti panduan yang tepat dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, Anda dapat mendirikan PT Perorangan Anda dengan percaya diri dan memulai perjalanan bisnis yang sukses.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Berapa modal minimum yang diperlukan untuk mendirikan PT Perorangan?
Tidak ada ketentuan modal minimum untuk mendirikan PT Perorangan.
Apa saja dokumen yang diperlukan untuk mendirikan PT Perorangan?
Dokumen yang diperlukan antara lain Akta Pendirian, NPWP pendiri, dan bukti kepemilikan modal.
Berapa biaya yang diperlukan untuk mendirikan PT Perorangan?
Biaya yang diperlukan bervariasi tergantung pada lokasi pendirian, jumlah modal awal, dan jenis kegiatan usaha.