Syarat Membuat PT – Mendirikan Perusahaan Terbatas (PT) di Indonesia melibatkan persyaratan hukum dan administratif yang kompleks. Panduan komprehensif ini akan menguraikan semua yang perlu Anda ketahui, mulai dari dokumen yang diperlukan hingga pertimbangan tambahan.
Membangun PT seperti membangun rumah. Anda membutuhkan fondasi yang kuat, struktur yang kokoh, dan perawatan yang tepat untuk memastikan kelancaran operasi.
Persyaratan Umum

Membentuk Perseroan Terbatas (PT) di Indonesia memerlukan pemenuhan persyaratan hukum dan administratif yang telah ditentukan. Berikut rincian persyaratan umum yang harus dipenuhi:
Jumlah Pemegang Saham:Minimal 2 pemegang saham.
Modal Dasar:Minimal Rp50.000.000 (sekitar USD3.500).
Akta Pendirian:Akta pendirian harus dibuat oleh notaris dan berisi informasi yang disyaratkan secara hukum.
Dokumen yang Diperlukan: Syarat Membuat PT

Proses pendirian PT membutuhkan sejumlah dokumen penting. Dokumen-dokumen ini berfungsi sebagai bukti hukum atas pembentukan dan legalitas perusahaan.
Akta Pendirian
- Dokumen yang berisi anggaran dasar dan perjanjian para pendiri untuk membentuk perusahaan.
- Harus dibuat oleh notaris dan memuat informasi penting seperti nama perusahaan, tujuan, modal dasar, dan susunan pengurus.
Anggaran Dasar
- Dokumen yang mengatur mekanisme kerja perusahaan, termasuk hak dan kewajiban pemegang saham, pengurus, dan direksi.
- Mencakup ketentuan tentang pembagian laba, pengambilan keputusan, dan tata cara rapat.
Bukti Pembayaran Modal Dasar
- Bukti setoran modal dasar yang telah dibayarkan ke rekening perusahaan.
- Minimal 25% dari modal dasar harus disetorkan saat pendirian PT.
Lainnya
Selain dokumen utama tersebut, pendirian PT juga memerlukan beberapa dokumen pendukung, seperti:
- KTP dan NPWP pendiri
- Surat keterangan domisili perusahaan
- Rencana kerja perusahaan
Prosedur Pendaftaran
Proses pendaftaran PT melibatkan beberapa langkah, dimulai dengan pengajuan nama hingga memperoleh Surat Keterangan Terdaftar (SKT).
Langkah-langkah tersebut meliputi:
- Pengajuan nama PT
- Pembuatan akta pendirian
- Pengesahan akta pendirian oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham)
- Pendaftaran PT ke Pengadilan Negeri
- Penerbitan SKT
Proses pendaftaran biasanya memakan waktu sekitar 2-4 minggu, tergantung pada kelengkapan dokumen dan kesiapan pemohon.
Biaya Pendaftaran
Biaya pendaftaran PT bervariasi tergantung pada jenis dan modal dasar PT yang didirikan. Secara umum, biaya yang diperlukan meliputi:
- Biaya pengesahan akta pendirian (Rp 50.000 – Rp 100.000 per lembar)
- Biaya pendaftaran ke Pengadilan Negeri (Rp 250.000 – Rp 500.000)
- Biaya pengambilan SKT (Rp 250.000 – Rp 500.000)
- Biaya notaris (Rp 1.000.000 – Rp 5.000.000)
Selain itu, pemohon juga perlu menyiapkan modal dasar minimal yang telah ditentukan oleh pemerintah.
Tenggat Waktu Pendaftaran
Tenggat waktu pendaftaran PT tidak ditentukan secara khusus, namun pemohon disarankan untuk segera mendaftarkan PT setelah memperoleh SKT.
Apabila PT tidak didaftarkan dalam jangka waktu yang wajar, maka SKT yang telah diterbitkan dapat dibatalkan oleh Menkumham.
Konsep Modal Dasar dalam Pendirian PT

Modal dasar merupakan jumlah modal yang tercantum dalam akta pendirian PT dan menjadi dasar penerbitan saham. Pentingnya modal dasar adalah sebagai:
- Dasar penerbitan saham
- Menunjukkan besarnya modal yang dimiliki PT
- Menjadi dasar penentuan tanggung jawab pemegang saham
Perhitungan Modal Dasar
Besaran modal dasar disesuaikan dengan jenis usaha dan skala operasi. Tidak ada ketentuan baku, namun dapat mempertimbangkan beberapa faktor, seperti:
- Jenis usaha (perdagangan, jasa, manufaktur)
- Skala operasi (kecil, menengah, besar)
- Rencana pengembangan usaha
Modal Dasar vs Modal Disetor
Modal dasar berbeda dengan modal disetor. Modal disetor merupakan bagian dari modal dasar yang telah dibayar oleh pemegang saham. Sementara modal dasar hanya tercantum dalam akta pendirian.
Langkah Menentukan Modal Dasar
Langkah-langkah menentukan modal dasar yang tepat:
- Tentukan jenis usaha dan skala operasi
- Riset kebutuhan modal usaha
- Pertimbangkan rencana pengembangan usaha
- Konsultasikan dengan ahli hukum atau akuntan
Tabel Perhitungan Modal Dasar
| Jenis Usaha | Skala Operasi | Modal Dasar |
|---|---|---|
| Perdagangan | Kecil | Rp 50.000.000 |
| Jasa | Menengah | Rp 100.000.000 |
| Manufaktur | Besar | Rp 500.000.000 |
Contoh Kasus
PT XYZ adalah perusahaan manufaktur berskala besar. Perusahaan berencana melakukan ekspansi pabrik dan pembelian mesin baru. Setelah melakukan riset dan konsultasi, perusahaan menetapkan modal dasar sebesar Rp 500.000.000. Modal ini dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan ekspansi dan pengembangan usaha.
– Jelaskan struktur dan isi akta pendirian PT, termasuk informasi wajib yang harus dicantumkan.

Akta pendirian PT adalah dokumen hukum yang berisi informasi penting tentang pendirian dan pengoperasian perseroan terbatas. Informasi wajib yang harus dicantumkan dalam akta pendirian PT meliputi:* Nama dan alamat perseroan
- Maksud dan tujuan perseroan
- Jumlah modal dasar dan modal ditempatkan
- Susunan pengurus dan komisaris
- Tata cara pengangkatan dan pemberhentian pengurus dan komisaris
- Tata cara pengambilan keputusan dalam perseroan
- Tata cara pembagian keuntungan dan kerugian
- Tata cara pembubaran perseroan
Pentingnya Akta Pendirian
Akta pendirian PT memiliki beberapa fungsi penting, antara lain:* Legalitas:Akta pendirian merupakan bukti sah pendirian PT dan menjadi dasar hukum bagi pengoperasian perseroan.
Perlindungan hukum
Akta pendirian melindungi pemegang saham dan pihak ketiga dengan mendefinisikan hak dan kewajiban masing-masing pihak.
Implikasi hukum
Akta pendirian menentukan konsekuensi hukum atas tindakan atau kelalaian yang dilakukan oleh perseroan atau pemegang sahamnya.
Anggaran Dasar

Anggaran Dasar (AD) merupakan dokumen hukum yang berisi aturan dan ketentuan mengenai pendirian, organisasi, dan tata cara kerja Perseroan Terbatas (PT). AD harus dibuat sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Tujuan dan Isi Anggaran Dasar
Tujuan AD adalah untuk mengatur hubungan antara pemegang saham, direksi, dan komisaris dalam mengelola PT. AD juga berfungsi sebagai acuan dalam menjalankan kegiatan usaha dan pengambilan keputusan.
Isi AD umumnya meliputi:
- Nama dan domisili PT
- Maksud dan tujuan PT
- Modal dasar dan modal ditempatkan
- Jenis dan jumlah saham
- Hak dan kewajiban pemegang saham
- Struktur organisasi PT, termasuk direksi, komisaris, dan RUPS
- Tata cara pengambilan keputusan
- Tata cara perubahan AD
Contoh Ketentuan Umum
Ketentuan umum dalam AD biasanya mengatur hal-hal yang bersifat umum dan berlaku untuk seluruh pihak yang terkait dengan PT, seperti:
- Hak dan kewajiban pemegang saham, termasuk hak suara, hak dividen, dan hak atas informasi
- Wewenang dan tanggung jawab direksi, termasuk kewajiban fidusia dan kewajiban pelaporan
- Tata cara pengambilan keputusan dalam RUPS, termasuk quorum dan mayoritas yang diperlukan
- Tata cara penyelesaian sengketa
- Ketentuan tentang pembubaran dan likuidasi PT
Pemegang Saham
Pemegang saham adalah pemilik perusahaan perseroan terbatas (PT) yang memiliki hak dan tanggung jawab khusus. Mereka berinvestasi dalam perusahaan dengan membeli saham, yang mewakili kepemilikan mereka atas perusahaan.
Pemegang saham memiliki hak untuk:
- Menghadiri rapat pemegang saham
- Memilih direksi
- Menyetujui perubahan anggaran dasar
- Menerima dividen
Pemegang saham juga memiliki tanggung jawab, seperti:
- Membayar iuran modal sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki
- Mematuhi anggaran dasar dan peraturan perusahaan
Jenis Saham
Ada beberapa jenis saham yang dapat diterbitkan oleh PT, antara lain:
- Saham biasa:Memberikan hak suara kepada pemegangnya
- Saham preferen:Tidak memberikan hak suara, tetapi pemegangnya berhak menerima dividen lebih tinggi
- Saham treasuri:Saham yang telah dibeli kembali oleh perusahaan dan tidak beredar di pasar
Direksi dan Komisaris

Direksi dan komisaris memainkan peran penting dalam mengelola perseroan terbatas (PT). Direksi bertanggung jawab atas manajemen sehari-hari perusahaan, sementara komisaris bertugas mengawasi direksi dan mewakili kepentingan pemegang saham.
Pengangkatan dan Pemberhentian
Direksi dan komisaris diangkat dan diberhentikan oleh rapat umum pemegang saham (RUPS). Direksi biasanya dipilih untuk masa jabatan tertentu, sedangkan komisaris dipilih untuk masa jabatan yang lebih lama dan dapat diganti setiap saat oleh RUPS.
Tugas dan Tanggung Jawab
Direksi
- Mengelola perusahaan sehari-hari
- Menyusun dan melaksanakan rencana bisnis
- Membuat keputusan keuangan
- Mempekerjakan dan memberhentikan karyawan
Komisaris
- Mengawasi kinerja direksi
- Memberikan saran dan bimbingan kepada direksi
- Mewakili kepentingan pemegang saham
- Memastikan kepatuhan terhadap peraturan
Contoh Spesifik
Direksi PT ABC memutuskan untuk meluncurkan produk baru. Komisaris mengawasi proses pengembangan dan peluncuran produk, memastikan bahwa produk memenuhi standar kualitas dan memenuhi kebutuhan pasar.
Tabel Ringkasan
| Direksi | Komisaris |
|---|---|
| Mengelola perusahaan sehari-hari | Mengawasi kinerja direksi |
| Menyusun rencana bisnis | Memberikan saran dan bimbingan |
| Membuat keputusan keuangan | Mewakili kepentingan pemegang saham |
– Buat tabel yang merangkum jenis-jenis RUPS, beserta tujuan dan persyaratannya.
RUPS atau Rapat Umum Pemegang Saham merupakan wadah bagi pemegang saham untuk menyampaikan aspirasi, mengajukan pertanyaan, dan memberikan persetujuan terhadap keputusan penting perusahaan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT), terdapat beberapa jenis RUPS dengan tujuan dan persyaratan yang berbeda:
Berikut tabel rangkuman jenis-jenis RUPS beserta tujuan dan persyaratannya:
| Jenis RUPS | Tujuan | Persyaratan |
|---|---|---|
| RUPS Tahunan | Membahas dan menyetujui laporan tahunan, laporan keuangan, dan pembagian laba | Wajib diadakan paling lambat 6 bulan setelah akhir tahun buku |
| RUPS Luar Biasa | Membahas dan mengambil keputusan terkait perubahan anggaran dasar, penggantian direksi/komisaris, dan pembubaran perusahaan | Dapat diadakan sewaktu-waktu jika diperlukan |
| RUPS Khusus | Membahas dan mengambil keputusan terkait penerbitan saham baru, obligasi, atau penggabungan dengan perusahaan lain | Wajib dihadiri oleh pemegang saham yang memiliki paling sedikit 2/3 dari seluruh saham yang dikeluarkan |
Pajak
PT di Indonesia memiliki kewajiban pajak yang harus dipenuhi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kewajiban pajak ini meliputi:
- Pajak Penghasilan (PPh)
- Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
- Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)
- Bea Materai
PPh
PPh merupakan pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diperoleh oleh PT. Penghasilan yang dikenakan PPh adalah penghasilan bruto dikurangi biaya-biaya yang diperbolehkan.
Tarif PPh untuk PT adalah sebesar 22%.
PPN
PPN merupakan pajak yang dikenakan atas penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) dan/atau Jasa Kena Pajak (JKP) di dalam daerah pabean. Tarif PPN yang berlaku saat ini adalah 11%.
PBB
PBB merupakan pajak yang dikenakan atas kepemilikan dan/atau penguasaan atas tanah dan/atau bangunan. Tarif PBB bervariasi tergantung pada lokasi dan nilai tanah dan/atau bangunan.
Bea Materai
Bea Materai merupakan pajak yang dikenakan atas dokumen yang memiliki kekuatan hukum. Tarif Bea Materai saat ini adalah Rp 10.000 per dokumen.
Audit Keuangan

Audit keuangan merupakan proses penting bagi PT (Perseroan Terbatas) untuk memastikan akurasi dan kewajaran laporan keuangan mereka. Proses ini memberikan jaminan kepada pemegang saham, kreditor, dan pihak berkepentingan lainnya bahwa laporan keuangan mencerminkan kondisi keuangan PT yang sebenarnya.
Proses Audit Keuangan
Proses audit keuangan biasanya meliputi tahapan-tahapan berikut:
- Perencanaan dan Penilaian Risiko
- Pengujian Pengendalian
- Pengujian Substansi
- Pelaporan
Manfaat Audit Keuangan
- Meningkatkan kepercayaan terhadap laporan keuangan
- Mendeteksi dan mencegah kecurangan
- Membantu PT mematuhi peraturan dan hukum
- Memberikan saran untuk meningkatkan pengendalian internal
- Pendapat Auditor
- Catatan Atas Laporan Keuangan
- Laporan Posisi Keuangan
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Perubahan Ekuitas
- Laporan Arus Kas
- Pemegang Saham:Pemegang saham bertanggung jawab atas kewajiban PT hingga jumlah modal yang telah disetor.
- Kreditor:Kreditor memiliki hak untuk mengajukan klaim atas aset PT. Klaim dibayar dalam urutan prioritas yang telah ditentukan oleh hukum.
- Perizinan Usaha Pertambangan:Diperlukan untuk perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, termasuk pertambangan mineral, batubara, dan minyak bumi.
- Perizinan Usaha Kehutanan:Diperlukan untuk perusahaan yang bergerak di bidang kehutanan, termasuk penebangan kayu, pengolahan kayu, dan perkebunan hutan.
- Perizinan Usaha Perikanan:Diperlukan untuk perusahaan yang bergerak di bidang perikanan, termasuk penangkapan ikan, budidaya ikan, dan pengolahan hasil perikanan.
- Perizinan Usaha Jasa Keuangan:Diperlukan untuk perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan, termasuk perbankan, asuransi, dan pasar modal.
- Menghemat waktu dan tenaga
- Memastikan proses pendirian PT berjalan lancar
- Meminimalisir risiko kesalahan
- Mendapatkan bimbingan dari ahli
Laporan Audit Keuangan
Laporan audit keuangan terdiri dari beberapa bagian, antara lain:
Peran Akuntan Publik
Akuntan publik memainkan peran penting dalam audit keuangan. Mereka bertanggung jawab untuk melakukan audit secara independen dan objektif, serta memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan.
Perbedaan Audit Keuangan dan Audit Internal
Audit keuangan berfokus pada penyediaan jaminan eksternal atas laporan keuangan, sedangkan audit internal berfokus pada evaluasi pengendalian internal dan memberikan saran untuk meningkatkan operasi PT.
Likuidasi

Likuidasi adalah proses hukum yang digunakan untuk membubarkan dan menutup sebuah Perseroan Terbatas (PT) dan mendistribusikan asetnya kepada para pemegang saham.
Proses likuidasi dapat dilakukan secara sukarela atau paksa. Likuidasi sukarela terjadi ketika pemegang saham memilih untuk membubarkan PT, sedangkan likuidasi paksa terjadi ketika PT tidak dapat memenuhi kewajibannya atau dinyatakan pailit oleh pengadilan.
Tanggung Jawab Pemegang Saham dan Kreditor, Syarat Membuat PT
Selama proses likuidasi, pemegang saham dan kreditor memiliki tanggung jawab tertentu:
Perizinan Khusus

Selain persyaratan umum, terdapat perizinan khusus yang diperlukan untuk mendirikan PT di bidang usaha tertentu. Perizinan ini dimaksudkan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan khusus yang berlaku pada bidang usaha tersebut.
Proses Memperoleh Perizinan Khusus
Proses memperoleh perizinan khusus umumnya melibatkan pengajuan permohonan ke instansi yang berwenang. Permohonan tersebut harus disertai dengan dokumen-dokumen pendukung yang diperlukan, seperti rencana usaha, studi kelayakan, dan laporan keuangan.
Jenis Perizinan Khusus
Contoh Kasus Nyata
PT XYZ, sebuah perusahaan pertambangan, membutuhkan perizinan usaha pertambangan untuk memulai operasinya. Perusahaan tersebut mengajukan permohonan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan melampirkan dokumen-dokumen pendukung yang diperlukan. Setelah melalui proses verifikasi dan evaluasi, Kementerian ESDM menerbitkan perizinan usaha pertambangan kepada PT XYZ.
Jasa Pendirian PT

Mendirikan PT (Perseroan Terbatas) merupakan langkah penting dalam membangun bisnis. Namun, proses ini bisa jadi rumit dan memakan waktu. Menggunakan jasa pendirian PT dapat menjadi solusi untuk menghemat waktu dan tenaga, serta memastikan proses pendirian PT berjalan lancar.
Berikut beberapa manfaat menggunakan jasa pendirian PT:
Daftar Perusahaan Jasa Pendirian PT
Beberapa perusahaan yang menyediakan jasa pendirian PT antara lain:
- LegalGo
- Justika
- PT Berdiri
- PasarPolis
- KlikLegal
Setiap perusahaan menawarkan layanan yang berbeda, mulai dari pendaftaran PT hingga pembuatan akta pendirian. Berikut perbandingan layanan dari masing-masing perusahaan:
| Perusahaan | Layanan | Biaya | Waktu |
|---|---|---|---|
| LegalGo |
|
Rp 2.500.000 | 3-5 hari |
| Justika |
|
Rp 3.000.000 | 2-4 hari |
| PT Berdiri |
|
Rp 1.800.000 | 4-6 hari |
| PasarPolis |
|
Rp 2.700.000 | 2-3 hari |
| KlikLegal |
|
Rp 3.200.000 | 3-5 hari |
Penutup

Memperhatikan setiap detail saat mendirikan PT sangat penting untuk kesuksesan jangka panjang. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat memastikan bahwa PT Anda dibangun di atas landasan hukum yang kuat dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Pertanyaan Umum yang Sering Muncul
Berapa modal dasar minimal untuk mendirikan PT?
Rp 50.000.000 untuk PT tertutup dan Rp 100.000.000 untuk PT terbuka.
Dokumen apa saja yang diperlukan untuk mendirikan PT?
Akta pendirian, anggaran dasar, NPWP, SIUP, dan bukti pembayaran modal dasar.
Berapa lama proses pendirian PT?
Sekitar 2-3 minggu.