Persyaratan Pendirian PT – Mendirikan Perseroan Terbatas (PT) menjadi pilihan populer bagi para pengusaha yang ingin mengembangkan bisnis mereka. Proses pendiriannya memang tidak mudah, namun dengan memahami persyaratan yang diperlukan, Anda dapat memperlancar perjalanan bisnis Anda.
Artikel ini akan memandu Anda melalui persyaratan mendirikan PT, mulai dari dokumen yang diperlukan hingga aspek hukum yang perlu diperhatikan. Dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat, Anda dapat memastikan PT Anda berdiri kokoh dan siap untuk sukses.
Persyaratan Umum Pendirian PT

Mendirikan Perseroan Terbatas (PT) di Indonesia memerlukan pemenuhan persyaratan umum. Persyaratan ini bertujuan untuk memastikan legalitas dan ketertiban dalam pendirian perusahaan.
Dokumen yang Diperlukan
- Akta Pendirian PT
- Surat Keterangan Domisili Perusahaan
- NPWP Perusahaan
- SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
- TDP (Tanda Daftar Perusahaan)
Proses Pendaftaran dan Perizinan
Proses pendirian PT meliputi:
- Pembuatan Akta Pendirian PT oleh notaris
- Pendaftaran Akta Pendirian PT ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)
- Pengurusan izin usaha sesuai dengan jenis usaha yang dijalankan
- Pembuatan NPWP dan TDP
Modal Dasar dan Modal Disetor

Dalam pendirian PT, modal dasar dan modal disetor memegang peranan penting sebagai dasar permodalan perusahaan. Modal dasar merupakan jumlah modal maksimum yang dapat diterbitkan oleh perusahaan, sedangkan modal disetor adalah bagian dari modal dasar yang telah disetorkan oleh pemegang saham.
Modal dasar penting untuk menentukan besarnya kewajiban perusahaan dan menjadi acuan dalam penerbitan saham baru. Sementara itu, modal disetor menunjukkan jumlah modal yang telah tersedia untuk operasional perusahaan.
Perhitungan Modal Dasar dan Modal Disetor
Modal dasar biasanya ditetapkan dalam akta pendirian PT dan dapat diubah melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Sedangkan modal disetor merupakan sebagian dari modal dasar yang telah disetorkan oleh pemegang saham pada saat pendirian perusahaan atau pada saat terjadi penambahan modal.
Perhitungan modal dasar dan modal disetor dapat dilakukan dengan rumus berikut:
- Modal Dasar = Jumlah saham yang akan diterbitkan x Nilai nominal per saham
- Modal Disetor = Jumlah saham yang telah disetor x Nilai nominal per saham
Misalnya, sebuah PT akan menerbitkan 100.000 saham dengan nilai nominal Rp10.000 per saham. Maka, modal dasar perusahaan tersebut adalah Rp1.000.000.000 (100.000 x Rp10.000).
Jika pada saat pendirian perusahaan, pemegang saham hanya menyetor 50% dari modal dasar, maka modal disetor perusahaan tersebut adalah Rp500.000.000 (50% x Rp1.000.000.000).
Pentingnya Modal Dasar dan Modal Disetor
Modal dasar dan modal disetor memiliki beberapa peran penting, di antaranya:
- Menentukan batas maksimum utang perusahaan.
- Menjadi dasar dalam penentuan pajak perusahaan.
- Menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya.
- Menjadi salah satu indikator kesehatan finansial perusahaan.
Isi dan Struktur Akta Pendirian PT

Akta Pendirian PT merupakan dokumen hukum yang memuat informasi penting tentang sebuah Perseroan Terbatas (PT). Dokumen ini memuat berbagai ketentuan yang mengatur operasional dan legalitas perusahaan.
Secara umum, Akta Pendirian PT memuat informasi berikut:
- Nama perusahaan
- Alamat perusahaan
- Tujuan dan kegiatan usaha
- Modal dasar dan modal disetor
- Susunan pengurus dan pemegang saham
- Hak dan kewajiban pemegang saham
- Mekanisme pengambilan keputusan
- Pembubaran dan likuidasi perusahaan
Peran dan Tanggung Jawab Pengurus PT

Pengurus PT memiliki peran penting dalam mengelola dan mengawasi perusahaan. Mereka bertanggung jawab atas pengambilan keputusan strategis, memastikan kepatuhan terhadap peraturan, dan melindungi kepentingan pemegang saham.
Tanggung jawab pengurus PT meliputi:
- Menetapkan visi, misi, dan tujuan perusahaan
- Mengawasi kinerja manajemen
- Membuat keputusan keuangan yang signifikan
- Memastikan kepatuhan terhadap hukum dan peraturan
- Melindungi kepentingan pemegang saham
Hak pengurus PT meliputi:
- Mengakses informasi perusahaan
- Membuat keputusan atas nama perusahaan
- Memperoleh kompensasi atas layanan mereka
Domisili dan Alamat PT
Domisili dan alamat yang jelas sangat penting bagi PT karena beberapa alasan:
- Sebagai tempat tinggal hukum PT dan menentukan yurisdiksi hukum yang berlaku.
- Sebagai alamat resmi untuk menerima surat-menyurat resmi, termasuk dokumen hukum dan pemberitahuan.
- Sebagai tempat menjalankan kegiatan usaha dan mengelola operasi PT.
Format alamat domisili dan alamat kantor PT biasanya meliputi:
- Nama Jalan
- Nomor Rumah
- RT/RW
- Kelurahan/Desa
- Kecamatan
- Kabupaten/Kota
- Provinsi
- Kode Pos
Ketidakadaan domisili atau alamat yang valid dapat menimbulkan konsekuensi serius, seperti:
- Sulitnya menerima surat-menyurat penting, termasuk dokumen hukum.
- Kesulitan dalam menjalankan kegiatan usaha dan mengelola operasi PT.
- Konsekuensi hukum, seperti denda atau bahkan pembubaran PT.
Kewajiban PT untuk Memiliki NPWP

Setiap perusahaan, termasuk PT, wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. NPWP berfungsi sebagai identitas bagi PT dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.
Izin Usaha Perdagangan (SIUP): Persyaratan Pendirian PT

SIUP merupakan izin wajib bagi perusahaan yang melakukan kegiatan perdagangan, baik dalam maupun luar negeri. Kepemilikannya menjamin legalitas usaha dan memberikan perlindungan hukum bagi pelaku usaha.
Jenis kegiatan perdagangan yang memerlukan SIUP antara lain:
- Penjualan barang atau jasa secara eceran atau grosir
- Impor atau ekspor barang
- Distribusi barang
- Agen perdagangan
Proses Pengajuan dan Perolehan SIUP
Proses pengajuan SIUP meliputi:
- Mengisi formulir pengajuan SIUP
- Menyiapkan dokumen pendukung, seperti akta pendirian perusahaan, NPWP, dan TDP
- Menyerahkan dokumen ke kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat
- Membayar biaya penerbitan SIUP
Setelah dokumen lengkap dan biaya dibayar, SIUP akan diterbitkan dalam waktu 14 hari kerja.
Izin Usaha Industri (IUI)
IUI merupakan izin yang wajib dimiliki oleh perusahaan terbatas (PT) yang menjalankan kegiatan industri. Izin ini dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian dan berfungsi sebagai bukti legalitas operasi industri tersebut.
Jenis kegiatan industri yang memerlukan IUI antara lain:
- Pengolahan bahan baku menjadi barang jadi
- Pembuatan atau perakitan produk
- Pengolahan limbah industri
Proses pengajuan dan perolehan IUI melibatkan beberapa langkah:
- Persiapan dokumen yang diperlukan, seperti akta pendirian PT, NPWP, dan IMB.
- Pengisian formulir pengajuan IUI yang dapat diunduh dari situs web Kementerian Perindustrian.
- Pembayaran biaya pengurusan IUI.
- Pengajuan dokumen dan formulir ke Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) setempat.
- Proses verifikasi dan pemeriksaan lapangan oleh petugas KPPT.
- Penerbitan IUI jika semua persyaratan terpenuhi.
Tanda Daftar Perusahaan (TDP)

Tanda Daftar Perusahaan (TDP) adalah dokumen resmi yang membuktikan legalitas pendirian suatu Perseroan Terbatas (PT). TDP diterbitkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) setelah perusahaan memenuhi persyaratan pendirian PT.
TDP memiliki format yang diatur dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 17 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Perusahaan. Format TDP terdiri dari beberapa bagian, antara lain:
- Nama perusahaan
- Alamat perusahaan
- Jenis usaha
- Modal dasar dan modal ditempatkan
- Susunan pengurus
- Tanggal pendirian
- Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Proses Pengajuan dan Perolehan TDP
Proses pengajuan TDP dilakukan secara online melalui sistem Administrasi Hukum Umum (AHU) Online di situs web Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Persyaratan dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan TDP antara lain:
- Akta pendirian perusahaan
- SK pengesahan pendirian perusahaan
- Fotokopi identitas pengurus perusahaan
- Bukti setor modal dasar
Alur pengajuan TDP melalui AHU Online adalah sebagai berikut:
- Buat akun di situs web AHU Online
- Login ke akun dan pilih menu “Pendaftaran Perusahaan”
- Pilih jenis perusahaan “Perseroan Terbatas”
- Isi formulir pendaftaran dan unggah dokumen persyaratan
- Bayar biaya pendaftaran
- Tunggu proses verifikasi dokumen
- Jika dokumen lengkap dan sesuai, TDP akan diterbitkan
Keuntungan dan Kerugian Memiliki TDP
Keuntungan memiliki TDP bagi perusahaan antara lain:
- Bukti legalitas perusahaan
- Memudahkan akses ke fasilitas perbankan
- Memperluas peluang bisnis
- Melindungi hak dan kewajiban perusahaan
Kerugian memiliki TDP bagi perusahaan antara lain:
- Biaya pendaftaran dan biaya tahunan
- Kewajiban melaporkan perubahan data perusahaan
- Kewajiban membuat laporan keuangan
Contoh Kasus Hukum, Persyaratan Pendirian PT
Dalam kasus hukum PT XYZ vs PT ABC, TDP menjadi bukti penting dalam penyelesaian sengketa bisnis. PT XYZ mengklaim bahwa PT ABC telah melanggar perjanjian kerja sama. PT ABC membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa PT XYZ tidak memiliki legalitas karena tidak memiliki TDP.
Pengadilan akhirnya memutuskan bahwa PT XYZ sah karena memiliki TDP yang diterbitkan oleh Menkumham.
Cara Menjaga dan Memperbarui TDP
Untuk menjaga dan memperbarui TDP, perusahaan harus melakukan hal-hal berikut:
- Membayar biaya tahunan TDP
- Melaporkan perubahan data perusahaan, seperti perubahan pengurus atau alamat
- Membuat laporan keuangan setiap tahun
Pencatatan Perjanjian Perusahaan

Pencatatan perjanjian perusahaan sangat penting untuk melindungi kepentingan perseroan terbatas (PT) dan memastikan kepatuhan terhadap hukum. Dengan mencatat perjanjian, PT dapat memberikan bukti tertulis tentang hak dan kewajibannya, sehingga meminimalkan risiko perselisihan dan tuntutan hukum di kemudian hari.
Jenis Perjanjian Perusahaan yang Perlu Dicatat
Beberapa jenis perjanjian perusahaan yang penting untuk dicatat meliputi:
- Anggaran Dasar: Dokumen hukum yang mengatur struktur, operasi, dan manajemen PT.
- Akta Pendirian: Dokumen yang mencatat pembentukan PT dan berisi informasi dasar seperti nama, alamat, dan tujuan perusahaan.
- Perjanjian Saham: Dokumen yang mengatur hak dan kewajiban pemegang saham, termasuk pembagian keuntungan dan pengambilan keputusan.
- Perjanjian Kerahasiaan: Dokumen yang membatasi pengungkapan informasi rahasia perusahaan.
- Perjanjian Kerja: Dokumen yang mengatur hubungan antara PT dan karyawannya.
Proses Pencatatan Perjanjian Perusahaan
Proses pencatatan perjanjian perusahaan bervariasi tergantung pada yurisdiksi dan jenis perjanjian. Secara umum, langkah-langkah yang terlibat meliputi:
- Penyusunan perjanjian: Perjanjian harus disusun secara tertulis dan ditandatangani oleh pihak-pihak yang terlibat.
- Pencatatan: Perjanjian harus dicatat pada otoritas terkait, seperti kantor pendaftaran perusahaan atau notaris.
- Pemeriksaan: Otoritas terkait akan memeriksa perjanjian untuk memastikan kepatuhannya terhadap hukum dan peraturan.
- Pengesahan: Jika perjanjian telah diperiksa dan disetujui, otoritas terkait akan mengesahkannya.
- Pencatatan: Perjanjian yang telah disahkan akan dicatat dalam daftar publik atau disimpan dalam arsip resmi.
Pembuatan Laporan Keuangan

PT diwajibkan membuat laporan keuangan secara berkala sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia. Laporan keuangan ini berfungsi sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas PT kepada pemegang saham, kreditur, dan pemangku kepentingan lainnya.
Jenis Laporan Keuangan
Jenis laporan keuangan yang wajib dibuat oleh PT meliputi:
- Neraca
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Arus Kas
- Laporan Perubahan Ekuitas
Peran Auditor
Auditor berperan penting dalam proses pembuatan laporan keuangan PT. Auditor bertugas memeriksa dan mengevaluasi laporan keuangan untuk memastikan kewajaran dan kesesuaiannya dengan standar akuntansi yang berlaku.
Transparansi dan Pengungkapan
Laporan keuangan PT harus disusun secara transparan dan memberikan pengungkapan yang memadai tentang posisi keuangan dan kinerja perusahaan. Hal ini penting untuk membangun kepercayaan dan menarik investor.
Langkah-Langkah Penyusunan
Langkah-langkah penyusunan laporan keuangan PT meliputi:
- Pengumpulan Data
- Analisis Data
- Penyajian Laporan
Risiko dan Tantangan
Proses pembuatan laporan keuangan PT dapat menghadapi beberapa risiko dan tantangan, seperti:
- Kesalahan dalam pengumpulan dan pencatatan data
- Interpretasi yang berbeda terhadap standar akuntansi
- Manipulasi laporan keuangan
Penggunaan Teknologi
Teknologi dapat dimanfaatkan untuk mempermudah dan meningkatkan efisiensi proses pembuatan laporan keuangan PT. Perangkat lunak akuntansi dan analitik data dapat membantu mengotomatiskan tugas-tugas rutin dan memberikan wawasan yang berharga.
Contoh Kasus
Contoh kasus pembuatan laporan keuangan PT dapat ditemukan pada laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk. Laporan keuangan ini disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (SAKI) dan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik yang independen.
Pemeriksaan Laporan Keuangan

Pemeriksaan laporan keuangan sangat penting untuk memastikan keakuratan dan keandalan laporan keuangan yang disajikan oleh suatu entitas.
Pemeriksaan laporan keuangan dapat dilakukan dalam berbagai jenis, antara lain:
Jenis-jenis Pemeriksaan Laporan Keuangan
- Audit: Pemeriksaan yang memberikan opini tentang kewajaran penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.
- Review: Pemeriksaan yang memberikan keyakinan terbatas atas kewajaran penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.
- Prosedur yang Disepakati: Pemeriksaan yang dilakukan untuk tujuan tertentu, seperti menguji saldo kas atau mengkonfirmasi piutang usaha.
Laporan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan
Laporan hasil pemeriksaan laporan keuangan dapat berupa:
- Opini Audit: Pernyataan akuntan publik tentang kewajaran penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.
- Laporan Review: Pernyataan akuntan publik tentang keyakinan terbatas atas kewajaran penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.
Peran Akuntan Publik
Akuntan publik memainkan peran penting dalam pemeriksaan laporan keuangan dengan memberikan opini atau keyakinan atas kewajaran penyajian laporan keuangan.
Tanggung Jawab Manajemen
Manajemen bertanggung jawab untuk menyusun laporan keuangan yang akurat dan dapat diandalkan.
Konsekuensi dari Laporan Keuangan yang Tidak Akurat
Laporan keuangan yang tidak akurat atau tidak dapat diandalkan dapat menimbulkan konsekuensi serius, seperti:
- Kerugian finansial bagi investor dan kreditor
- Reputasi yang rusak
- Tindakan hukum
Tabel Perbandingan Jenis-jenis Pemeriksaan Laporan Keuangan
| Jenis Pemeriksaan | Tujuan | Tingkat Keyakinan | Opini/Laporan |
|---|---|---|---|
| Audit | Memberikan opini atas kewajaran penyajian laporan keuangan | Tinggi | Opini Audit |
| Review | Memberikan keyakinan terbatas atas kewajaran penyajian laporan keuangan | Sedang | Laporan Review |
| Prosedur yang Disepakati | Memeriksa aspek tertentu dari laporan keuangan | Terbatas | Laporan Prosedur yang Disepakati |
Pembubaran PT
Pembubaran PT merupakan proses penghentian eksistensi badan hukum perseroan terbatas. Hal ini dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk keputusan pemegang saham, kepailitan, atau karena undang-undang.
Terdapat beberapa jenis pembubaran PT, yaitu:
Pembubaran Sukarela
- Pembubaran atas dasar keputusan RUPS
- Pembubaran karena jangka waktu pendirian berakhir
- Pembubaran karena tujuan pendirian telah tercapai atau tidak tercapai
Pembubaran Paksa
- Pembubaran karena kepailitan
- Pembubaran karena putusan pengadilan
- Pembubaran karena melanggar hukum atau ketentuan anggaran dasar
Prosedur pembubaran PT umumnya meliputi:
- Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memutuskan pembubaran
- Pengumuman pembubaran di surat kabar
- Pemberitahuan pembubaran kepada pihak berwenang
- Penyelesaian kewajiban dan pembagian aset
- Pembatalan izin usaha dan penghapusan NPWP
Pembubaran PT memiliki konsekuensi hukum, antara lain:
- Penyelesaian kewajiban PT
- Pembagian aset kepada pemegang saham
- Tanggung jawab direksi dan pemegang saham
- Penghapusan badan hukum PT
Kesimpulan

Dengan memahami persyaratan mendirikan PT, Anda dapat mempersiapkan diri dengan baik dan menghindari potensi masalah di kemudian hari. Mendirikan PT bukanlah proses yang rumit, namun membutuhkan ketelitian dan pemahaman yang mendalam. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat memastikan bahwa PT Anda memenuhi semua persyaratan hukum dan siap untuk berkembang.
FAQ dan Panduan
Apa saja dokumen yang diperlukan untuk mendirikan PT?
Fotokopi KTP pendiri, fotokopi NPWP pendiri, surat keterangan domisili perusahaan, surat pernyataan tidak pailit dari pendiri, dan draft Akta Pendirian PT.
Berapa modal minimum yang diperlukan untuk mendirikan PT?
Rp50.000.000,00
Siapa saja yang dapat menjadi pengurus PT?
Orang perseorangan yang cakap melakukan perbuatan hukum dan berdomisili di Indonesia.
Apa saja kewajiban pengurus PT?
Mengelola perusahaan dengan baik, mewakili perusahaan dalam segala tindakan hukum, dan membuat laporan keuangan perusahaan.
Apa saja konsekuensi hukum jika PT tidak memiliki NPWP?
Dikenakan sanksi denda atau pidana.