Syarat Pendirian PT – Menjadi pengusaha sukses adalah impian banyak orang. Mendirikan Perseroan Terbatas (PT) merupakan salah satu pilihan tepat untuk mewujudkan impian tersebut. PT menawarkan sejumlah keunggulan seperti badan hukum yang terpisah dari pemilik, kemudahan penggalangan dana, dan kredibilitas yang lebih tinggi.
Namun, untuk mendirikan PT, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi. Persyaratan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Berikut penjelasan lengkapnya.
Persyaratan Umum Pendirian PT
Untuk mendirikan Perseroan Terbatas (PT) di Indonesia, terdapat beberapa persyaratan umum yang perlu dipenuhi:
Jumlah Pendiri MinimumMinimal 2 (dua) orang pendiri.
Modal Dasar MinimumRp50.000.000 (lima puluh juta rupiah).
Jenis Akta PendirianAkta Notaris.
Dokumen yang Diperlukan– Fotokopi KTP pendiri – NPWP pendiri – Bukti setoran modal – Rencana kerja dan anggaran dasar
Biaya PendirianBiaya pendirian PT bervariasi tergantung pada jenis PT yang didirikan dan biaya notaris.
Pendaftaran ke KemenkumhamSetelah akta pendirian dibuat, PT harus didaftarkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk memperoleh pengesahan.
Dokumen Pendirian PT

Proses pendirian Perseroan Terbatas (PT) di Indonesia memerlukan penyusunan dan pengajuan dokumen-dokumen penting. Dokumen-dokumen ini berfungsi sebagai dasar hukum dan administratif bagi perusahaan.
Dokumen-dokumen pendirian PT meliputi:
Akta Pendirian
Akta pendirian merupakan dokumen utama yang memuat informasi dasar perusahaan, seperti nama, alamat, tujuan, dan modal dasar. Dokumen ini dibuat oleh notaris dan harus disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
Anggaran Dasar
Anggaran dasar adalah dokumen yang mengatur tata cara pengoperasian perusahaan, termasuk hak dan kewajiban pemegang saham, direksi, dan komisaris. Dokumen ini harus dibuat sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Perseroan Terbatas.
Surat Pernyataan Pendirian
Surat pernyataan pendirian adalah dokumen yang menyatakan bahwa para pendiri telah memenuhi persyaratan pendirian PT, seperti modal dasar yang disetorkan dan susunan pengurus. Dokumen ini harus ditandatangani oleh semua pendiri dan disahkan oleh notaris.
Notaris dan Pengesahan Akta

Notaris memainkan peran penting dalam pendirian PT. Mereka berwenang membuat akta pendirian dan pengesahan yang menjadi dasar hukum berdirinya PT.
Setelah akta pendirian dibuat, notaris mengajukannya ke Kementerian Hukum dan HAM untuk pengesahan. Proses ini memastikan bahwa akta pendirian sesuai dengan ketentuan hukum dan PT dapat beroperasi secara legal.
Peran Notaris, Syarat Pendirian PT
- Membuat akta pendirian yang memuat anggaran dasar PT.
- Mengesahkan tanda tangan pendiri dan memastikan identitas mereka.
- Menjaga akta pendirian sebagai arsip resmi.
Prosedur Pengesahan Akta
- Notaris mengajukan akta pendirian ke Kementerian Hukum dan HAM.
- Kementerian memeriksa akta pendirian dan memastikan kesesuaiannya dengan hukum.
- Jika akta pendirian disetujui, Kementerian akan mengeluarkan SK pengesahan.
Modal Dasar dan Struktur Kepemilikan

Modal dasar dan struktur kepemilikan merupakan aspek penting dalam pendirian PT. Modal dasar adalah jumlah modal yang ditetapkan dalam akta pendirian, sedangkan struktur kepemilikan menentukan pembagian saham dan hak pemegang saham.
Persentase kepemilikan saham menentukan hak pemegang saham dalam pengambilan keputusan dan pembagian keuntungan. Tabel berikut menunjukkan persentase kepemilikan dan hak pemegang saham:
| Persentase Kepemilikan | Hak Pemegang Saham |
|---|---|
| < 50% | Tidak dapat memblokir keputusan RUPS |
50%
|
Dapat memblokir keputusan RUPS |
| > 66% | Dapat mengambil keputusan RUPS |
PT dapat menerbitkan berbagai jenis saham, antara lain:
- Saham biasa: Saham yang memberikan hak suara dan pembagian dividen
- Saham preferen: Saham yang memberikan prioritas dalam pembagian dividen dan pengembalian modal
- Saham non-voting: Saham yang tidak memberikan hak suara
Proses pendirian PT melibatkan penyusunan akta pendirian dan pengesahan oleh notaris. Notaris berperan sebagai pejabat publik yang memastikan legalitas dan keabsahan akta pendirian.
Direksi dan Dewan Komisaris

Direksi dan dewan komisaris merupakan organ penting dalam Perseroan Terbatas (PT). Keduanya memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda dalam mengelola dan mengawasi perusahaan.
Direksi bertanggung jawab untuk mengelola perusahaan sehari-hari, sementara dewan komisaris bertugas mengawasi kinerja direksi dan memastikan perusahaan berjalan sesuai dengan peraturan dan tujuan yang telah ditetapkan.
Direksi
- Terdiri dari minimal 1 orang direktur
- Dipilih oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
- Masa jabatan maksimal 5 tahun
- Tugas dan tanggung jawab:
- Mengurus perusahaan sehari-hari
- Membuat kebijakan dan strategi perusahaan
- Melaporkan kinerja perusahaan kepada dewan komisaris
Dewan Komisaris
- Terdiri dari minimal 3 orang komisaris
- Dipilih oleh RUPS
- Masa jabatan maksimal 5 tahun
- Tugas dan tanggung jawab:
- Mengawasi kinerja direksi
- Memastikan perusahaan berjalan sesuai dengan peraturan dan tujuan yang telah ditetapkan
- Memberikan saran dan masukan kepada direksi
Tabel berikut merangkum persyaratan, proses pemilihan, dan peran masing-masing anggota direksi dan dewan komisaris:
| Direksi | Dewan Komisaris | |
|---|---|---|
| Jumlah | Minimal 1 orang | Minimal 3 orang |
| Pemilihan | Dipilih oleh RUPS | Dipilih oleh RUPS |
| Masa Jabatan | Maksimal 5 tahun | Maksimal 5 tahun |
| Tugas dan Tanggung Jawab | Mengurus perusahaan sehari-hari | Mengawasi kinerja direksi |
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)

RUPS merupakan forum resmi di mana pemegang saham PT berkumpul untuk membahas dan mengambil keputusan penting terkait perusahaan. RUPS memiliki dua jenis utama:
- RUPS Tahunan: Diselenggarakan setiap tahun untuk menyetujui laporan keuangan, memilih direksi dan komisaris, serta membahas hal-hal penting lainnya.
- RUPS Luar Biasa: Diselenggarakan sewaktu-waktu di luar jadwal RUPS Tahunan untuk membahas dan mengambil keputusan mengenai hal-hal mendesak atau luar biasa.
RUPS diselenggarakan sesuai dengan tata cara yang diatur dalam anggaran dasar perusahaan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemegang saham yang hadir dalam RUPS memiliki hak untuk memberikan suara sesuai dengan jumlah saham yang dimilikinya.
Keputusan dalam RUPS diambil berdasarkan suara terbanyak dari pemegang saham yang hadir, kecuali untuk keputusan tertentu yang memerlukan suara mayoritas atau kuorum tertentu. Keputusan RUPS mengikat bagi seluruh pemegang saham dan perusahaan.
Laporan Keuangan dan Audit

PT berkewajiban untuk membuat laporan keuangan yang akurat dan transparan yang mencerminkan posisi keuangan dan kinerja perusahaan. Laporan keuangan ini harus disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku dan diaudit oleh auditor independen.
Peran Auditor
Auditor berperan penting dalam memastikan keakuratan dan keandalan laporan keuangan PT. Auditor melakukan pemeriksaan independen terhadap laporan keuangan, termasuk meninjau dokumentasi pendukung dan melakukan pengujian analitis. Auditor memberikan pendapat apakah laporan keuangan disajikan secara wajar, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Pajak dan Retribusi

Setiap PT diwajibkan membayar pajak dan retribusi sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Berikut adalah jenis pajak dan retribusi yang harus dibayarkan oleh PT:
Pajak Penghasilan Badan
- Pajak yang dikenakan atas penghasilan yang diperoleh PT.
- Tarif pajak penghasilan badan adalah 22%.
- Pajak penghasilan badan dihitung berdasarkan laba bersih PT.
Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
- Pajak yang dikenakan atas penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau Jasa Kena Pajak (JKP) di dalam daerah pabean.
- Tarif PPN adalah 11%.
- PPN dihitung berdasarkan harga jual BKP atau JKP.
Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
- Pajak yang dikenakan atas penjualan barang mewah.
- Tarif PPnBM bervariasi tergantung jenis barang mewah yang dijual.
- PPnBM dihitung berdasarkan harga jual barang mewah.
Retribusi Daerah
- Retribusi yang dikenakan oleh pemerintah daerah atas penggunaan fasilitas atau layanan yang disediakan oleh pemerintah daerah.
- Jenis retribusi daerah yang umum dikenakan adalah retribusi izin usaha, retribusi pasar, dan retribusi parkir.
- Tarif retribusi daerah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
Perubahan Anggaran Dasar
Perubahan anggaran dasar PT adalah proses penting yang memerlukan pemahaman menyeluruh tentang prosedur dan persyaratan yang terlibat. Proses ini dilakukan untuk menyesuaikan anggaran dasar dengan perubahan keadaan atau untuk memenuhi persyaratan hukum yang diperbarui.
Prosedur untuk mengubah anggaran dasar PT umumnya meliputi langkah-langkah berikut:
- Usulan perubahan anggaran dasar harus diajukan oleh pemegang saham atau direksi.
- Usulan tersebut harus diumumkan kepada seluruh pemegang saham.
- Rapat umum pemegang saham (RUPS) harus diadakan untuk membahas dan menyetujui usulan perubahan.
- Perubahan anggaran dasar yang disetujui harus didaftarkan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
Beberapa contoh umum perubahan anggaran dasar yang dilakukan meliputi:
- Perubahan nama perusahaan
- Perubahan tujuan perusahaan
- Perubahan jumlah modal dasar
- Perubahan susunan pengurus
Pembubaran dan Likuidasi PT

Pembubaran PT merupakan proses penghentian eksistensi perusahaan. Likuidasi adalah proses penyelesaian kewajiban dan pembagian aset perusahaan setelah pembubaran.
Alasan Pembubaran PT
- Keputusan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham)
- Jangka waktu berakhir
- Pernyataan pailit
- Pencabutan izin usaha
Prosedur Likuidasi PT
- Pembentukan tim likuidator
- Inventarisasi aset dan utang
- Penjualan aset dan pelunasan utang
- Pembagian sisa aset kepada pemegang saham
Pendirian PT untuk Perusahaan Asing

Pendirian PT bagi perusahaan asing di Indonesia memiliki persyaratan khusus yang berbeda dengan perusahaan dalam negeri. Persyaratan ini bertujuan untuk melindungi kepentingan nasional dan mengatur investasi asing di Indonesia.
Persyaratan Khusus
- Minimal 2 orang pemegang saham, dengan salah satu pemegang saham harus berdomisili di Indonesia.
- Modal dasar minimum Rp 10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah).
- Kepemilikan saham oleh perusahaan asing dibatasi maksimal 95%.
- Memiliki izin usaha dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
- Memiliki kantor perwakilan di Indonesia.
Proses Pendirian
- Persiapkan dokumen pendirian, termasuk akta pendirian, anggaran dasar, dan daftar pemegang saham.
- Dapatkan izin usaha dari BKPM.
- Lakukan pengesahan akta pendirian oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).
- Daftarkan PT ke Pengadilan Negeri setempat.
- Lapor ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat.
Dokumen yang Diperlukan
- Akta pendirian
- Anggaran dasar
- Daftar pemegang saham
- Fotokopi identitas pemegang saham
- Fotokopi surat izin usaha dari BKPM
- Bukti setoran modal dasar
Keuntungan dan Kerugian Mendirikan PT

Memilih jenis badan usaha yang tepat sangat penting bagi setiap bisnis. PT (Perseroan Terbatas) adalah salah satu bentuk badan usaha yang banyak dipilih di Indonesia. Namun, sebelum mendirikan PT, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dahulu keuntungan dan kerugiannya.
Keuntungan mendirikan PT antara lain:
- Tanggung jawab terbatas: Pemilik PT tidak bertanggung jawab secara pribadi atas utang dan kewajiban perusahaan.
- Keberlangsungan usaha: PT tetap berdiri meskipun ada perubahan pemilik atau pemegang saham.
- Kemudahan penggalangan dana: PT dapat menerbitkan saham untuk menarik investor dan memperluas modal.
- Kredibilitas dan kepercayaan: PT memiliki kredibilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan bentuk badan usaha lainnya.
Sementara itu, kerugian mendirikan PT antara lain:
- Biaya pendirian yang mahal: Mendirikan PT membutuhkan biaya yang cukup besar, terutama untuk biaya notaris dan pendaftaran.
- Administrasi yang rumit: PT memiliki kewajiban administrasi yang lebih kompleks dibandingkan dengan bentuk badan usaha lainnya.
- Pajak yang lebih tinggi: PT dikenakan pajak yang lebih tinggi dibandingkan dengan bentuk badan usaha lainnya.
- Proses pengambilan keputusan yang lambat: Proses pengambilan keputusan di PT biasanya lebih lambat karena melibatkan banyak pihak.
Setelah mengetahui keuntungan dan kerugian mendirikan PT, Anda dapat mempertimbangkan dengan cermat apakah PT merupakan pilihan yang tepat untuk bisnis Anda.
Contoh Kasus Pendirian PT

Keberhasilan pendirian PT di Indonesia dapat dilihat melalui berbagai contoh kasus nyata. Salah satunya adalah PT XYZ, sebuah perusahaan rintisan yang bergerak di bidang teknologi. PT XYZ didirikan pada tahun 2019 oleh tiga orang pendiri yang memiliki visi untuk menciptakan platform e-commerce yang memudahkan UMKM dalam memasarkan produknya secara online.
Langkah-langkah yang diambil dalam proses pendirian PT XYZ meliputi:
- Perencanaan dan persiapan: Melakukan riset pasar, menentukan target pasar, dan menyusun rencana bisnis.
- Pemilihan nama dan jenis PT: Memilih nama yang sesuai dengan karakteristik perusahaan dan memilih jenis PT Perseroan Terbatas (PT).
- Pengumpulan modal dan struktur kepemilikan: Mengumpulkan modal dari pendiri dan investor, serta menentukan struktur kepemilikan saham.
- Pembuatan akta pendirian dan anggaran dasar: Membuat akta pendirian yang berisi informasi tentang perusahaan, seperti nama, alamat, tujuan, dan struktur kepemilikan. Selain itu, membuat anggaran dasar yang mengatur tata cara pengelolaan perusahaan.
- Pendaftaran ke Kementerian Hukum dan HAM: Mendaftarkan PT XYZ ke Kementerian Hukum dan HAM untuk mendapatkan pengesahan dan legalitas.
Dalam proses pendiriannya, PT XYZ menghadapi beberapa tantangan, seperti:
- Persaingan pasar yang ketat: Persaingan di industri e-commerce sangat ketat, sehingga PT XYZ harus memiliki strategi pemasaran yang efektif.
- Pengumpulan modal: Mengumpulkan modal awal untuk mendirikan PT XYZ menjadi tantangan, karena perusahaan masih dalam tahap rintisan.
- Biaya operasional yang tinggi: Biaya operasional untuk menjalankan platform e-commerce cukup tinggi, seperti biaya teknologi, biaya pemasaran, dan biaya logistik.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, PT XYZ menerapkan beberapa solusi, seperti:
- Berfokus pada niche market: PT XYZ berfokus pada niche market UMKM yang belum terlayani dengan baik oleh platform e-commerce lainnya.
- Mencari investor strategis: PT XYZ mencari investor strategis yang dapat memberikan dukungan finansial dan jaringan bisnis.
- Optimalisasi biaya operasional: PT XYZ mengoptimalkan biaya operasional dengan menggunakan teknologi yang efisien dan bernegosiasi dengan penyedia layanan untuk mendapatkan harga terbaik.
Dari perjalanan pendirian PT XYZ, dapat dipetik beberapa pelajaran penting, yaitu:
- Pentingnya perencanaan yang matang: Perencanaan yang matang akan membantu perusahaan mengidentifikasi peluang dan tantangan yang akan dihadapi.
- Perlu adanya tim yang solid: Tim yang solid dengan keahlian yang saling melengkapi akan memperbesar peluang keberhasilan perusahaan.
- Fokus pada pelanggan: Perusahaan harus selalu fokus pada kebutuhan dan kepuasan pelanggan untuk membangun bisnis yang berkelanjutan.
Tanya Jawab tentang Pendirian PT

Membentuk Perseroan Terbatas (PT) di Indonesia memerlukan pemahaman yang komprehensif tentang persyaratan, proses, biaya, serta keuntungan dan kerugiannya. Bagian ini membahas pertanyaan umum tentang pendirian PT untuk memberikan panduan yang jelas bagi calon pendiri.
Persyaratan Pendirian PT
- Minimal 2 orang pendiri (warga negara Indonesia atau asing)
- Nama perusahaan yang unik dan belum terdaftar
- Modal dasar minimal Rp50.000.000
- Alamat kantor yang sah
- Akta pendirian yang dibuat oleh notaris
Proses Pendirian PT
- Menyiapkan dokumen yang diperlukan (seperti KTP pendiri, NPWP, dll.)
- Membuat akta pendirian dan anggaran dasar
- Mendaftarkan perusahaan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham)
- Memperoleh Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP)
- Membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
Biaya Pendirian PT
Biaya pendirian PT bervariasi tergantung pada kompleksitas perusahaan dan biaya notaris. Umumnya, biaya berkisar antara Rp5.000.000 hingga Rp15.000.000.
Keuntungan Mendirikan PT
- Kepemilikan terpisah dari pendiri
- Kemudahan dalam memperoleh pendanaan
- Kredibilitas dan reputasi yang lebih baik
- Perlindungan aset pribadi pendiri
Kerugian Mendirikan PT
- Biaya pendirian yang lebih tinggi
- Proses pendirian yang lebih kompleks
- Kewajiban pelaporan dan kepatuhan yang lebih ketat
- Potensi pajak yang lebih tinggi
Pemungkas: Syarat Pendirian PT
Mendirikan PT memang membutuhkan persiapan yang matang. Namun, dengan memahami syarat dan proses pendiriannya, Anda dapat mendirikan PT dengan lancar dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Jadi, jangan ragu untuk memulai perjalanan bisnis Anda dengan mendirikan PT.
FAQ Lengkap
Apa saja syarat umum mendirikan PT?
Syarat umum mendirikan PT antara lain jumlah pendiri minimal 2 orang, modal dasar minimal Rp50.000.000, akta pendirian yang dibuat oleh notaris, dan dokumen pendukung lainnya.
Berapa biaya yang diperlukan untuk mendirikan PT?
Biaya mendirikan PT bervariasi tergantung pada jumlah modal dasar dan jenis usaha yang dijalankan. Namun, secara umum biaya yang diperlukan berkisar antara Rp2.000.000 hingga Rp5.000.000.
Apa saja keuntungan mendirikan PT?
Keuntungan mendirikan PT antara lain badan hukum yang terpisah dari pemilik, kemudahan penggalangan dana, dan kredibilitas yang lebih tinggi.